Jumat, 08 Maret 2013

hei..! cinta tidak bisa dipaksa

kemarin kamu datang, akunya bingung, kita baru kenalan satu minggu saja
kemarin kamu datang memberi bunga.... kita baru kenalan, satu minggu saja
jangan menunggu bila tak bisa nunggu untuk dapat jawaban
karena hati ini tak mudah dpaksa.. cinta butuh waktu untuk kita rasakan
 ....................

lagu vierra mengalun di kamar nita, mungkin sudah hampir sepuluh kali diputar di pagi yang cerah ini. kamar yang berantakan, buku dimana-mana, dan nita masih duduk didepan laptop. dibukanya lagi sms-sms fiko, raut wajahnya berubah seketika, menunjukkan ekspresi termalas sedunia.

tututtttututtttututt.. bunyi sms masuk. ekspresinya berubah dan senyum tergambar di bibirnya. tampak tangannya mengetik dengan cepat membalas sms itu dan sekejap dia sibuk berganti pakaian dan segera keluar rumah.

"luuuulluuuu" sapanya pada orang yang berada diwarung
"cepet banget lo datang, perasaan gue baru sms 5 menit tadi" bales lulu
"gue GITU haha .. eh pesen bakso ah" kemudian nita duduk di samping lulu, "gue lagi males banget nih, risih gue sama fiko" kembali nita bercerita dengan lulu yang sabar mendengarkan sambl makan nasgor.
"emang kenapa sih lo ga suka fiko? fiko baik gitu"
"waah ada yang bela fiko nih, kalo gitu lo aja yang sama fiko"
"makasih trus angga mau dikemanain haha"
"ah elo, gue risih banget sama fiko lu, cinta ga bisa dipaksa, gue belum siap cinta-cintaan"keluh nita 
lulu tampak menganggukkan kepala " lu tegasin sama fiko, kalo lo ga mau sama dia dan ga akan pernah"
 "iya udah lu"
"terus sekarang?"
"dia masih buat gue risih, kemaren pas gue ulang tahun dia malah kasih hp, gara-gara elu sih"
"haha maaf maaf, gue salah ngomong, seharusnya gue bilang sim card lo rusak bukan hp elo" lulu nyegir didepan nita yang sudah mendapatkan baksonya
"hp nya juga udah gue balikin"
"trus"
 "gue ga tau"
"apanya?"
"perasaan dia gimana waktu gue balikin kadonya"
"emangnya lo peduli?"
"ga juga sih...."
"lo beneran ga ada sukanya dikiiiiit aja sama fiko?"
"ga ada lu, seiprit pun ga"
"oh, lo suka sama siapa emang?"
"ga ada"
"lo ga ada suka sama cowok..ha" dengan ekspresi shock lulu yang dibuat-buat
"dih apaan sih lo haha, ada kali gue suka sama cowok tapi cukup suka dari jarak jauh aja"
"oh jadi lo nolak fiko karena suka sama orang"
nita membalas dengan anggukan
"lo ga mau bilang suka ke cowok itu?"
"ga, gue masih nyaman dengan gini aja, menurut gue, cinta kalau diungkapkan saat diwaktu yang ga tepat itu namanya bukan cinta tapi keegoisan" bakso nita pun sudah hampir habis dan lulu sudah daritadi selesai makan dan hanya menyimak nita
"saat yang tepat kapan?"
"saat kita dewasa, saat umur kita sudah cukup, saat kita sudah menikah"
"wah maksudnya?" lulu mulai tidak mengerti dengan celoteh nita
"maksudnya ga ada kata cinta seharusnya yang ada hannya ta'aruf dan setelah menikah baru deh kata cinta yang meluap luap dikatakan setiap hari" nyengir nita
"ciee alim banget lo haha tumben"
"maunya gue sih gitu kayak abang gue ta'arufan, tapi yah ga tau kalo ntar gue khilaf haha" tawa nita membuat suasana menyeramkan di warung *loh
"haha dasar, keluar aslinya, tanduk merahnya keluar hiii"
"sial haha"  
"udah yuk, kita keruma toni aja ngerjain tugas"
"oke, bayar dulu" jawab nita sigap ke kasir

dalam perjalanan kerumah toni, wajah nita mengadah kelangit, pagi yang cerah berubah kini menjadi mendung menanti hujan, dalam hati nita berguman sendiri "Cinta memang indah kawan...tapi cintalah yang menghancurkan indahnya kebersamaan, kebersamaan yang selalu terajut dalam ikatan ukhuwah. aku yang sekarang menghindari cinta.. cinta yang egois" kemudian dia kembali melihat lulu dan nyengir sambil tertawa tidak jelas.


*gambar mentah mentah paste dari google dan gambar hanya milik pemiliknya
 
  
     
    



 
    

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar